
FASYA – Kamis (20/08/2026). Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah (HES FASYA) Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bersinergi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan di Meeting Room Darul Fatihil Kirom, Gowanan RT 02 RW 01 Ngemplak Kartasura Sukoharjo dengan tema “Pemberdayaan Ekonomi Menanam dengan Metode Sirkular Bagi Kelompok Wanita Tani Dampingan LBH Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Tengah dalam Rangka Membangun Ketahanan Pangan”.
Adapun peserta difokuskan para penyintas kekerasan khususnya perempuan, baik difabel maupun non difabel yang bergabung dalam kelompok wanita tani binaan dari LBH Aisyiyah Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk menghilangkan trauma dan penguatan kelompok penyintas sehingga dapat memotivasi diri dan sesama supaya terhindar dari kekerasan berikutnya. Disamping, kegiatan ini untuk memberi pemahaman tentang isu perubahan iklim dan bekal membangun ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan sampah organik dan barang bekas sebagai media tanaman sehingga dapat memenuhi kebutuhan keluarga dan mewujudkan kemandirian ekonomi.
Selaku ketua pengabdian, Dr. Nurul Huda, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen Prodi Hukum Ekonomi Syariah untuk menumbuhkan kemandirian bagi para penyintas kekerasan agar dapat kembali hidup normal di masyarakat serta menghilangkan trauma yang pernah mereka alami.
“Melalui kegiatan pengabdian ini, diharapkan para penyintas mendapat bekal pelatihan dan praktik menanam dengan metode sirkular. Harapannya supaya mereka bisa memenuhi kebutuhan kesehariannya secara mandiri,” harap Nurul Huda.
Melengkapi sambutan, Prof. Dr. M. Usman, M.Ag. (anggota pengabdian) menegaskan bahwa kegiatan dosen dan tenaga kependidikan Prodi Hukum Ekonomi Syariah UIN Surakarta tidak hanya berkecimpung di kampus, namun melalui kegiatan pengabdian ini menjadi salah satu bukti kiprah dosen dan tenaga kependidikan terlibat secara langsung di masyarakat.
Pemaparan Materi
Sesi pemaparan materi disampaikan secara kolaborasi oleh Dr. Siti Kasiyati, M.Ag dan Abdul Wakhid, S.Pd. Mengawali materi Dr. Siti Kasiyati memberi pemahaman terlebih dulu kepada para peserta tentang adanya perubahan iklim dan dampak nyata yang ditimbulkan mengancam kehidupan dalam berbagai aspeknya. Kondisi iklim yang tidak bersahabat, dapat dihadapi dengan cara: 1) Adaptasi; berusaha menyesuaikan diri dengan kondisi iklim dengan mencari cara untuk mengurangi kerentanan terhadap dampak iklim dan meningkatkan resiliensi. 2) Mitigasi; berusaha memperlambat proses perubahan iklim dengan cara mengurangi kegiatan yang menjadi penyebab terjadinya perubahan iklim. Langkah tersebut menjadi pilihan supaya tetap survive menjalani hidup.

Sementara Abdul Wakhid, S.Pd., menjelaskan tentang pentingnya memberi bekal bagi para penyintas kekerasan, terutama kalangan perempuan baik difabel maupun non difabel beradaptasi terhadap perubahan iklim melalui cara bertanam berbagai tanaman yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan metode sirkular, merupakan sistem budidaya yang meniru ekosistem alam dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara efisien. Prinsip utamanya adalah mengurangi limbah, menjaga kesuburan tanah, menghemat air, dan menghasilkan pangan yang sehat secara berkelanjutan. Selanjutnya Abdul Wakhid melanjutkan materi praktik menanam dengan metode sirkular dengan peserta.
Praktik Menanam dengan Metode Sirkular
Pada sesi praktik menanam, peserta pengabdian diarahkan menuju luar ruangan untuk praktik secara langsung cara bertanam dengan metode sirkular. Sebagai media tanaman menggunakan barang bekas seperti galon air mineral dapat dimanfaatkan untuk mengurangi sampah plastik sekaligus meningkatkan produktivitas pekarangan, terutama di lahan sempit.

Adapun bahan lain yang perlu disiapkan meliputi: Tanah gembur, kompos, arang sekam, bibit tanaman, mulsa (daun kering, jerami, rumput kering), dan air. Jenis tanaman yang ditanam bisa berbagai jenis sayuran, tanaman obat-obatan, tanaman bumbu. Teknik cara bertanamnya mengajak peserta praktik secara langsung didampingi oleh tim. Teknik ini sangat cocok diterapkan di pekarangan rumah, sekolah, maupun kelompok pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk pertanian berkelanjutan.
Tim Pelaksana PKM
Pelaksanaan kegiatan ini oleh tim PKM: Dr. Nurul Huda, M.Ag. (Ketua)
Adapun sebagai anggota:
(Nurul Huda/ Ed. smn)
Let’s join us!
Fakultas Unggul
_____
Find us:
#uinsurakarta
#fakultassyariahuinsurakarta
#fakultasunggul
#DariFASYAuntukBangsa
#ayoookuliahdifasyauinrmsaidsurakarta